Action Camera adalah sebuah kamera dengan fitur khusus untuk mengambil gambar atau video di luar ruangan (outdoor) tanpa perlu takut kamera tersebut rusak. Hal-hal yang bisa dilakukan menggunakan Action Camera adalah hiking, berenang, bersepeda, menyelam, dan olahraga ekstrim lainnya. Saat ini ada beberapa Action Camera yang cukup terkenal di Indonesia, beberapa contohnya adalahGoPro, Sony, SJCam, Xiaomi Yi, Brica B-Pro, BlackView, dan lain sebagainya. Dimulai dari harga 1juta hingga 6juta tergantung merk dan jenis action camera tersebut.
Sebagai panduan berikut tips memilih Action Camera yang bagus:
1. Kenali fungsi Action Camera
Fungsi Action Camera saat ini adalah untuk menghasilkan sebuah foto dan video dengan resolusi tinggi di berbagai tempat tanpa harus takut kamera tersebut rusak. Action Camera memiliki perlindungan di bagian Casing. Casing tersebut sangatlah kuat sehingga tidak akan mudah hancur saat jatuh. Selain itu, Casing Action Camera juga kedap air, jadi akan tetap aman saat dibawa berenang. Untuk beberapa casing Action Camera juga dilengkapi dengan dudukan khusus, untuk mempermudah saat ditaruh di berbagai tempat seperti helm, papan selancar, sepeda motor, mobil dan lainnya.
2. Kenali field of view yang dimiliki Action Camera
Setiap Action Camera memiliki fixed wide angle lens dengan panjang antara 17mm sampai 20mm. Lensa tersebut mampu menghasilkan field of view sebesar 140 derajat hingga 170 derajat tergantung dari ukuran lensa yang digunakan. Luasnya angle yang dihasilkan sebuah action camera menghasilkan efek mata ikan pada foto dan video yang dihasilkan. Tapi tidak semua orang menyukai efek tersebut pada hasilnya, untuk itu beberapa produsen menyediakan aplikasi khusus untuk editing dan menghilangkan efek mata ikan tersebut. Beberapa Action Camera juga menyediakan pengaturan untuk pengambilan gambar dalam angle yang lebih sempit sehingga tidak ada lagi area yang terdistorsi pada setiap ujung gambar dan video yang dihasilkan.
3. Kenali kualitas video yang dihasilkan Action Camera
Fungsi utama Action Camera adalah membuat sebuah video. Beberapa Action Camera saat ini sudah bisa membuat sebuah video dengan resolusi 720p hingga 4K (3840 x 2160). Selain itu, untuk video resoulusi standar (720p - 1080p), kamu bisa mendapatkan frame rate tinggi hingga 240fps. Hal ini akan sangat membantu untuk menciptakan sebuah video SloMo (Slow Motion). Format hasil sebuah video dari Action Camera juga harus diperhatikan. Pastikan formatnya .mp4 dengan codec H.264 agar lebih mudah dijalankan dan diedit pada gadget lainnya.
4. Perhatikan kapasitas baterai
Baterai adalah hal yang cukup penting di setiap Action Camera. Memiliki sebuah Action Camera dengan baterai yang besar tentu bisa membuat rekaman video dan foto lebih banyak. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena untuk mengganti baterai action camera biasanya lebih rumit. Kita tidak bisa sesuka hati mengganti baterai seperti ketika kita menggunakan kamera digital biasa. Sebagai contoh GoPro Hero4 memiliki baterai 1160 mAH, dengan baterai seperti itu, HERO4 dapat merekam video 4K 30fps selama 1 jam 5 menit jika WiFi dalam keadaan mati. Merekam video dengan resolusi 4K akan lebih cepat menghabiskan kapasitas baterai dibandingkan jika kita menggunakan resolusi HD.
5. Perhatikan fitur pendukung Action Camera
Fitur pendukung Action Cameraadalah hal terakhir yang harus diperhatikan. Beberapa contoh fitur pendukung yang cukup berguna adalah WiFi, Burst, Time Lapse, Night Lapse, Support MicroSD, Support Playback to HDMI, ISO, Exposure, White Balance dan Wide Angle. Fitur yang sudah banyak ada diction Camerasaat ini adalah WiFi. Dengan adanya WiFi, kita bisa mengambil gambar dan video langsung lewat smartphone Android atau iOS.
Demikian tips memilih Action Camera yang bagus, selamat mencoba.
http://chip.co.id/news/tips/16438/tips_memilih_action_camera